Friday, 27 February 2015

KLARIFIKASI !!

Hay !!
.
.
.
To the point aja.

Post-an kali ini ceritanya gue mau KLARIFIKASI dan ngejelasin ke lu lu semua tentang alasan kenapa gue bisa kuliah di Jambi. BACA NIH SAMPE ABIS !! *galak*
.
.
.
Ceritanya panjang. Tulisannya banyak. No pict at all.

Wednesday, 18 February 2015

My Valentine ... How 'Bout You?

Halohaaa everyone!!! It's been so long I didn't write anything on this my beloved blog -_- I'm so sorry for making you all missed my random stories Haha :) Do I get an apology from you guys? Well I know that, thank you for forgive me :D

This is my first postingan in 2015 :)

Right now I wanna share to all of you about "My Our Valentine's Day" on this year! Let's read quietly :)
.
.
.
engg... before I tell you about this story, I wanna introduce to you about them, my "Ciwi Cakep", actually that's our Line Group name, not my "Gang Name".

Ciwi Cakep consist of 10 people. There are :


Sunday, 12 January 2014

Happy New Year 2014 guys :D

Assalamu’alaikum semuanyaaa!!! Wiiiiiihhhh alhamdulillah ya Allah akhirnya hamba bisa ngeposting lagi setelah sekian lama blog ini dianggurin sampe bulukan gini -___- Hadeh tuh kan sampe sarang laba-laba ada dimane mane ya ampyuuuunnn hahahaha maaf banget ya blog ku terkasih dan hadirin sekalian yang tersayang, bukannya sok sibuk atau apa nih, tapi asli deh emang lumayan sibuk sih dan baru sempet ngeposting lagi sekarang dan terkesan udah setahun kemudian -..-

Finally (?)

Born : 14 Agustus 2009
Died : 20 September 2013


finally...


Fyuuuuuuhhh... finally,
Nice to know you, thankyou for all.

Monday, 12 August 2013

In The End - - -

Detik seakan harapan yang menjelma menjadi musuh gulita
Kesombongan menyaru bagai ketegaran jiwa
Kepasrahan berwujud bagai kelamnya nyata
Jiwa raga punah dihempas sang kata yang meraja

Dirinya yang mengaku cinta seakan tiada tertutup jera
Janji demi janji kian sirna terlupa rasa
Harapan terlepas belenggu nestapa semakin tersiksa
Secoreng dosa nan luka perlahan dibenarkan Sang Pencipta

Seonggok melodi berdarah syahdu berkaca seakan musuh durjana
Air mata menjelma menjadi irisan luka menyiksa
Ingin hati melangkah pergi membawa kehangatan cinta
Atau memilih mendepak harapan luka

Aku, Kamu, Kita...
Mesra canda tawa kian indah terlupa sirna
Tangis pedih luka sungguh hina menggugurkan rasa
Amat menjijikan semua usai semudah logika sang bocah

Satu perayaan berharga tak terjangkau lirih
Awal - Akhir, bagai rencana tercatat mahir
Sia-sia ataukah amat mempesona tuk dijaga kesuciannya
Benak bertanya amat gelisah tanpa jawaban terarah

- - -

Usaikah permainan cinta di titik jawaban pasrah?