Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita pada kehidupan yang akan datang
Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai, dan apa yang kucintai kini akan kucintai sampai akhir hidupku
Karena cinta ialah semua yang dapat kucapai, dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya
Kemarin aku sendirian di dunia ini kekasih, dan kesendirianku, sebengis kematian
Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara di dalam pikiran malam
Hari ini aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari
Dan ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sebuah kata, sebuah desakan, dan sekecup ciuman
Setetes air mata menyatukanku dengan mereka yang patah hati
Seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam keberadaan
Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan
Ketimbang jika aku hidup menjemukan dan putus asa
Cinta yang agung adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya
Cinta yang agung adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia
Cinta yang agung adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum untuk mereka
Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berehenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintaimu, melainkan karena dirimu menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia jika kamu melepaskannya
Apabila cinta tidak berhasil, bebaskan dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah, bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya
Tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya
. . . . . . . . . . . . . .
No comments:
Post a Comment