Tuesday, 25 September 2012

Sekedar Harapan Cinta

Disaat mutiara cinta mulai tumbuh, hati tak kuasa menahan detak jiwa karena cinta
Ketika hati mulai menerima kehangatan cinta, dunia pun bagaikan alam surga
Disaat hatimu menyentuh rasa pekaku, sang pujangga tak kuasa menahan langkah

Mungkinkah kau ditakdirkan untuk jasadku?
Mungkinkah seorang aku tercipta untuk rasamu yang angkuh?
Atau hanya sekedar imajinasi?
Mungkin juga hanya sekedar harapan ringan

Cinta pun mengalir dengan arogannya
Namun, ego cinta tak dapat dielakkan

Manis, layaknya buah kurma yang suci
Pahit, layaknya sebutir obat penyakit hati
Perih, layaknya luka sayatan dari yang dinanti
Hancur, layaknya sebuah batas yang didobrak oleh kemunafikan hati

Rasaku terus mengalir, berusaha menyatu dibalik hatimu yang suci
Dan kau  bagaikan sesosok jiwa yang telah menipu sesosok wanita mungil yang menanti sebuah keabadian

Cinta pun muncul dibalik desiran dan debaran rasa
Indah, seperti sosok sang pangeran
Namun, mulai tumbuh berjuta macam harapan yang tak tahu cara untuk penggapaian

Dimana rantai cinta bisa ku beli?
Agar kau yang kuanggap sepucuk bintang tak lagi pergi, lenyap dibalik kehidupan

Mungkinkah rantai cinta itu hanya ada di dalam hatimu?
Atau kau persilakan ku mencari dengan kebutaan hatiku



Ing - 1489's

No comments:

Post a Comment