Disaat mutiara cinta mulai tumbuh, hati tak kuasa menahan detak jiwa karena cinta
Ketika hati mulai menerima kehangatan cinta, dunia pun bagaikan alam surga
Disaat hatimu menyentuh rasa pekaku, sang pujangga tak kuasa menahan langkah
Mungkinkah kau ditakdirkan untuk jasadku?
Mungkinkah seorang aku tercipta untuk rasamu yang angkuh?
Atau hanya sekedar imajinasi?
Mungkin juga hanya sekedar harapan ringan
Cinta pun mengalir dengan arogannya
Namun, ego cinta tak dapat dielakkan
Manis, layaknya buah kurma yang suci
Pahit, layaknya sebutir obat penyakit hati
Perih, layaknya luka sayatan dari yang dinanti
Hancur, layaknya sebuah batas yang didobrak oleh kemunafikan hati
Rasaku terus mengalir, berusaha menyatu dibalik hatimu yang suci
Dan kau bagaikan sesosok jiwa yang telah menipu sesosok wanita mungil yang menanti sebuah keabadian
Cinta pun muncul dibalik desiran dan debaran rasa
Indah, seperti sosok sang pangeran
Namun, mulai tumbuh berjuta macam harapan yang tak tahu cara untuk penggapaian
Dimana rantai cinta bisa ku beli?
Agar kau yang kuanggap sepucuk bintang tak lagi pergi, lenyap dibalik kehidupan
Mungkinkah rantai cinta itu hanya ada di dalam hatimu?
Atau kau persilakan ku mencari dengan kebutaan hatiku
Ing - 1489's
No comments:
Post a Comment